Seribu Menara
Seharian kemaren daku ga berada di rumah. Yah, ga seperti biasanya ngamar sepanjang hari. Kemaren daku diundang oleh kakand Sutrisno Hadi, S.Thi untuk menghadiri sidang tesis magister beliau. Daku baru bangun jam 10 pagi karena baru tidur sehabis sholat Subuh (heheh juga seperti biasanya). Dalam undangan yang beliau layangkan, sidang akan berlangsung mulai jam 11 pagi. Buru2 daku mandi, gosok gigi, bergaya ala kadarnya dan seperti biasanya ga rapi2 amat. Baru sekitar jam 11 lewat sedikit bis 80 coret yang ditunggu2pun datang. Read the rest of this entry
Selama ini alarm di Motorola v3i belum pernah telat melaksanakan pekerjaan yang kuperintahkan kepadanya. Begitu juga pada pagi ini, dia kuberi komando untuk membangunkanku pada jam 7. Tepat pada saatnya diapun bernyanyi membangunkanku. Tapi emang dah dasar dakunya yang bandel, bangun cuma untuk mematikan alarmnya. Seketika daku “tewas” kembali. Lima menit kemudian daku bangun kembali. Oh nooo.. bukan lima menit, ternyata dua jam! Jam di dinding kamarku menunjukkan angka sembilan kurang sedikit. Daku baru tidur jam stengah enam, jadinya tidur selama dua jam baru kerasa lima menit.
Read the rest of this entry
Seharusnya kegiatan hari ini dimulai dengan nongkrong mantap bersama teman2 jilsah di kediaman ustadz Ahmad Tarmizi, Lc. Kemaren sudah janjian kalo hari ini acara nongkrong2 kita akan dilanjutin lagi setelah beberapa waktu tawaqquf karna imtihan yang menjelang kita. Tapi karna bangunnya terlalu siang, sekitar jam 11.30, padahal janjiannya jam 10 pagi. Pas bangun langsung daku telpon sang MR dan ternyata acaranya dah mo bubaran, jadinya batal deh. Read the rest of this entry
Bangsaku
berpesta! Seluruh penjuru negeri merayakannya. Di kampung, di dusun, di kota, semua menyambutnya gembira. Saling mencurahkan aspirasi mereka menentukan nasib bangsa ditangan seorang pemimpin yang dipercaya. Tak tau apakah di daerah suku2 pedalaman juga disediakan TPS untuk penghuninya menyalurkan aspirasi mereka? Mereka punya aspirasi ga ya? hehehehe.. ![]()
Read the rest of this entry
Heheheh,
judulnya minjem tagline emnoer.. sorry bro nyiplak, bis spiritnya muthobaqoh1 banget siee..
Yo`i, insyaallah besok (13/1) ujian pertamaku di term I tahun ajaran 08/09 ini. Pada term ini daku punya dua matkul yang harus diujikan, eh.. bukan dua tapi satu matkul yaitu Arabic Language, cuma ujiannya 2 kali. Satu matkul Bahasa Arab tingkat tiga dan satu lagi Bahasa Arab tingkat empat.
Ini kali ketiganya daku ujian B. Arab tingkat tiga dan yang kedua kalinya untuk B. Arab tingkat empat. Hiihih.. betah banget ma matkul ini sampe ga lulus2 juga. Ya Robb.. smoga ini yang terakhir kalinya.. daku udah berjibaku dan “tunggang tunggik” buat ngapalin sya`ir2 yang sulit sekali daku mengerti kata2nya. Kalo dipikir2 sangat ironi juga ya. Dulu daku saat mendaftakan diri di Azhar malah mo milih jurusan B. Arab. Tapi akhirnya setelah dipikir pikir secara seksama dalam waktu dan tempo yang sesingkat singkatnya daku menjatuhkan pilihan pada Jurusan Syari`ah Wa al-Qonuun. Coba kalo dulu milih B. Arab.. wew.. bisa menyelesaikan dalam berapa taon ya??
Read the rest of this entry
Dimanapun
sekolah atau kampus tentu saja akan selalu kita jumpai ada pelajar atau mahasiswa yang mengalami nasib naas berupa kegagalan dalam studinya. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya. Mungkin karena kurangnya tingkat kecerdasan, kurangnya kesungguhan, terlalu sibuk dengan kegiatan diluar belajar, sakit, atau memang sengaja menggagalkan diri dengan berbagai alasan dan tujuan (ada loh yang kek begini).
Di kampus Al-Azhar istilah “rosib” (gagal/tidak naik tingkat) digunakan jika seorang mahasiswa tidak lulus lebih dari dua mata kuliah. Jika gagal dalam satu atau dua mata kuliah maka diistilahkan dengan “manqul”, manqul bimaddah jika satu dan manqul bimaddatain jika dua. Mahasiswa yang gagal satu atau dua maddah (mata kuliah) tetap naik ke tingkat selanjutnya tapi tetap harus mengulang imtihan (ujian) untuk maddah yang gagal sebelumnya. Read the rest of this entry
Dan Ramadanpun berlalu!

Ditandai dengan bertalunya bedug maghrib diiringi indahnya lantunan takbir, tahlil dan tahmid, maka hari kemenanganpun menyongsong setiap pribadi muslim diseluruh penjuru dunia. Senyum kegembiran terlukis indah disetiap wajah. Jabat tangan penuh keridhoan dan kemaafan atas semua khilaf dan salah mengiringi ucapan “ Taqabbalallah minna wa mingkum, taqabbal ya Kariim!”. Bukanlah karena terbebas dari kewajiban berpuasa yang menggembirakan hati, tapi adalah keyakinan atas rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka yang telah dijanjikan Allah
.
Ramadan datang untuk mensucikan diri dari gelimangan dosa dan maksiat. Padanya setiap muslim saling berlomba untuk mendekatkan diri pada Allah
. Setiap detiknya adalah waktu yang mustajab, pahala setiap amalannya dilipatgandakan, bahkan tidurnyapun adalah barakah. Sekarang dia telah pergi! Akankah kita akan menjadi insan Robbani setelah kepergiannya? Ataukah hanya akan menjadi insan Ramadani saja?. “Allahummaj`alna minal maqbuuliin!”. Jika kita memulainya dengan taubat, marilah kita akhiri juga dengan taubat, karena taubat adalah kewajiban dalam setiap waktu dan keadaan. Mari kita buktikan keikhlasan kita pada bulan Ramadan dengan menjalankan semua keshalehan yang telah kita lakukan setelah kepergian bulan penuh barakah ini!. Read the rest of this entry





